Malang, 6 Juli 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan evaluasi kurikulum sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kaprodi Dr. Ahmad Mubaligh, M.HI, dan dihadiri oleh Dekan FITK, para dosen, serta guru besar PBA. Acara berlangsung di ruang pertemuan Laboratorium Pembelajaran FITK.
Dalam sambutannya, Kaprodi menegaskan bahwa evaluasi dan pengembangan kurikulum harus diarahkan pada pengembangan potensi mahasiswa sekaligus peningkatan mutu kelembagaan. Beliau menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan relevan dengan visi akademik universitas.
Sementara itu, Dekan FITK dalam pengarahan menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum di fakultas selalu dikontrol melalui evaluasi rutin. Kurikulum PBA, menurutnya, harus sejalan dengan visi dan misi fakultas serta menegaskan distingsi lulusan. Ia memperkenalkan konsep kurikulum “3 in 1” yang mencakup kompetensi internasional melalui sertifikasi pelatihan dan magang internasional, kompetensi mencipta sumber dan media pembelajaran, baik konvensional maupun digital, yang berdampak luas, kompetensi responsif psikologi dengan mengenal peserta didik sebagai penguat keterampilan pedagogis. Dekan menambahkan, PBA UIN Malang ke depan diharapkan menjadi prodi destinasi wisata akademik, tujuan utama bagi banyak pihak yang ingin mendalami bahasa Arab.

Sementara itu, guru besar PBA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, MA., turut memberikan arahan. Ia menekankan bahwa kurikulum tidak boleh stagnan, melainkan harus terus dikembangkan mengikuti perubahan zaman dan kepentingan nasional. Beliau juga menyampaikan kebijakan universitas terkait RPS konvergensi yang segera diberlakukan, serta pentingnya pengembangan kurikulum agar peminat dan pendaftar semakin meningkat.
Prof. Abdul Hamid menegaskan bahwa kurikulum PBA harus sinergis, berkelanjutan, dan unggul di semua jenjang mulai S1, S2, hingga S3. Keberadaan dosen internasional penutur asli bahasa Arab dari Arab Saudi, Sudan, dan Libya disebut sebagai aset penting yang harus dimanfaatkan untuk penguatan pembelajaran. Selain itu, adaptasi teknologi digital juga menjadi keharusan dalam pengembangan kurikulum di era modern.
Dengan evaluasi ini, Prodi PBA UIN Malang meneguhkan komitmennya untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu kelembagaan, dan memperkuat distingsi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

.





