MIU Login

Muhammad Khotib Ukir Prestasi Nasional, Juara 1 MUNAYA VIII di Pare Kediri

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ya, dialah Muhammad Khotib yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Sanawiyah li Markaz Arabiyah (MUNAYA) VIII yang diselenggarakan pada 3 Mei 2026 di Pare, Kediri.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Arab, khususnya dalam bidang keterampilan menulis dan penguasaan kebahasaan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat kompetitif serta atmosfer akademik yang inspiratif bagi para peserta.

Dalam perlombaan tersebut, Muhammad Khotib menunjukkan kemampuan dan dedikasi yang tinggi sehingga berhasil memperoleh hasil terbaik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri melalui berbagai kompetisi.

Muhammad Khotib mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam MUNAYA VIII memberikan motivasi besar untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Arabnya.

“Agenda ini membuat saya semakin semangat belajar, terutama dalam meningkatkan kemampuan menulis bahasa Arab agar terus berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menanggapi capaian tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Ahmad Mubaligh, M.H.I menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh Muhammad Khotib.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi. Kami sangat mengapresiasi pencapaian Saudara Muhammad Khotib yang telah mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta institusi secara keseluruhan. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan nonakademik, khususnya dalam bidang bahasa Arab,” kata Dr. Ahmad Mubaligh

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam berbagai ajang kompetisi merupakan bagian penting dari proses pengembangan kapasitas diri, sekaligus sarana untuk mengukur kemampuan dan memperluas jejaring akademik di tingkat regional maupun nasional. (lm/agp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait